By:KOTAROM MINAMI

Wahai teman-teman dimana saja anda berada.
Kemarin tanggal 9 Mei 2007 saya pulang ke desa tercinta Madureso. Saya adalah salah satu anak madureso yang berada ditanah rantau, yaitu dijakarta belahan Mampang Prapatan X. Tentu karena kerinduan akan kampung halaman yang mengantarkan aku pulang. Apalagi ada buah hati disana yang sudah sangat aku rindui. Dengan naik bus AC ( gak sombong lho naik bus AC ) dari Pasar Minggu aku ingin cepat pulang.
Tahukah wahai kawanku dimanapun anda berada?selama diperjalanan indahnya alam tidak seindah dikampung kita. Udara dan nyanyian alam yang sejuk begitu terasa beda.
Kalian pasti masih ingat, bagaimana kita menghabiskan masa kecil disawah, main layang-layang, atau bahkan perang-perangan selepas menonton film di TV.Tidak terasa, begitu cepat aku sampai pasar Gombong. Sehingga yang tadinya lamunan, kini berubah kenyataan, aku akan segera sampai dikampung halaman.
Pasar..pasar…”!teriak kondektur bus. Aku tenteng tas rangsel untuk memudahkan diriku turun dari mobil. Wow, tukang ojek begitu senang melihat aku turun dari bus. Laksana presiden, semua menawarkan diri untuk mengantar aku. Senyum mereka terkembang penuh pengharapan. Tapi karena sudah ada janji dengan seorang teman untuk dijemput, aku menolak tukang-tukang ojek atau bahkan tukang becak dengan sopan. Ada satu tukang ojek yang begitu luar biasa usahanya untuk bisa mendapatkan penumpang. Dia sudah tahu kalau aku akan dijemput, dia tetap mengikuti aku sampai kemushola yang letaknya ada diutara pasar. Seperti tidak begitu memperdulikan ajakan tukang ojek, aku masuk mushola, ambil air wudhu dan shalat. Waktu memang sudah lumayan siang, jam 06:00 pagi. Wow, setelah aku selesai shalat, tukang ojek masih ada didepan mushola menungguiku. Subhanalloh. Melihat dia begitu kasihan, tapi karena temen aku Soleh juga bersi keras tetap mau jemput. Akhirnya aku naik ojek dari mushola sampai kedepan pasar gombong., Dia mau dibayar berapa saja kalau aku mau mengojek, untuk beli susu anaknya, katanya. Dengan naik ojek yang jaraknya paling 50 meter, aku kasih 5.000. Tidak banyak memang yang bisa aku berikan, tapi semoga menjadi pelajaran, bahwa kita bukan makhluk Individu yang tidak butuh orang lain. Akhirnya soleh datang, dan aku langsung cabut pulang ke Madureso.
Selama perjalanan, aku mengamati jalan Wonokriyo yang semakin sempit. Ternyata ada galian dipinggir jalan yang jarakanya lumayan jauh. Saya kurang tahu itu galian pam atau untuk kabel telpon. Tapi selepas dari wonokriyo kalitengah, jalan dari PLN sampai Kuwaru atau bahkan Banjareja sudah lumayan bagus. Walau tidak semulus tepung terigu. Tapi jalan bulak antara Banjareja sampai BRUG/JEMBATAN ABANG/MERAH desa Mangli luar biasa perlu dibenahi. Karena jalan ini termasuk jalan besar sebagai akses angkot dari Puring menuju ke Gombong. Seperti permintaan mba DEWI yang dari karang sambung, semoga Ibu Rustiningsih selaku Bupati memperdulikan hal yang terlihat ringan ini. Karena diperempatan mangli saya harus belok ke arah barat menuju Madureso, jadi saya tidak tahu kondisi jalan dari pasar kebrek ngidul.
Ternyata Madureso masih nyaman. Udara belum terkontaminasi. Aku selusuri pagi itu dari mangli lewat rumahnya Hardi terus ngalor untuk menuju kerumah. Ugh…akhirnya sampai juga aku dirumah mungilku di Madureso. Betapa bahagianya Bundaku melihat aku pulang. Hampir ada tetes air mata disudut mata bundaku yang sudah tua. Tapi masih nampak jelas bening dihatinya. Dekapan yang begitu tidak aku rasakan, aku bisa merasakan lagi. Dekapan seorang bunda yang penuh kasih. Ciuman yang selama ini tidak aku rasakan, juga begitu hangat dan tulus mendarat dipipiku yang mengkel ini. Bahagia banget deh rasanya. Apalagi kepulanganku kali ini begitu surprise, karena aku tidak kasih kabar terlebih dahulu.
Setelah dibikinin minuman, aku coba istirahat, tapi baru saja mau merem, temenku muklis datang. Hampir saja dia pergi melihat aku sedang tiduran, tapi aku cegah. Obrolan dengan dia yang selama ini hampa, kini mekar lagi. Muklis adalah boleh dibilang teman sejatiku. Dia ada kala aku butuh dan tanpaku dia ada dirumahku untuk membantu Bundaku. Dia sudah punya anak satu, istrinya Asiah dan anaknya. Hari itu aku langsung keluar rumah untuk bisa menikmati indahnya suasana desa. Aku tenteng kamera digital yang aku pinjam dari kantor. Aku pertama datangi kikise pak Basirun, aku jepret jepret disana. Setelah itu aku bawa motornya Muklis menuju ke Balai Desa Madureso. Aku jepret kantor kebanggaan warga Madureso itu. Kalau anda ingin melihat hasil jepretan-jepretan bisa di lihat di menu gallery. Waktu sudah terlihat siang. Aku kembali ketempat Muklis. Tapi baru istirahat sejenak, aku diajak untuk setor uang ke BRI Kuwaru. Sehabis menyetor duit di BRI itu, kita jalan-jalan ke pasar Kuwarasan atau yang lebih dikenal Pasar Kebrek. Karena waktu yang sudah siang, pasar sudah tidak terlihat ramai seperti waktu pagi. Karena jam menunjukan sudah pukul 11:00 wib. Aku bersama Muklis menyempatkan diri masuk kedalam pasar. Ugh tentu yang aku tuju adalah warung soto pak Kandar yang terkenal nyelekamin itu. Sudah lama sekali tidak merasakan segernya soto pak Kandar. Ehm masih lumayan berasa ternyata sotonya, belum ada yang berubah. Karena di tempat ini dulu ada kenangan bersama istri tercintaku Wati. Yach pagi-pagi jam enam jalan-jalan ke pasar, mampir diwarung soto, pesen empat mangkok, buat istri, Muklis dan istrinya. Tapi sayang waktu itu, airnya masih dingin sehingga rasanya sedikit berkurang. Tapi sekarang puas…puass… Setelah menghabiskan soto satu mangkuk, kami berdua mampir diwarung es yang dulu juga jadi langganan. Ugh segernya masih seperti dulu, rasanya belum berubah. Dan yang jualan sudah tidak mengenaliku sepertinya. Dan aku diem saja, walau dulu sungguh kami akrab. Sungguh puas dan kenyang sekali makan soto satu mangkuk dan es campur satu gelas. Pasar kebrek namamu akan selalu kami ukir dihati. Andai aku kembali ke Madureso lagi, aku akan mengunjungimu seminggu dua kali. Karena memang pasar kebrek hari pasarnya Rabu dan hari Minggu. Bersambung…..

SEORANG IBU DAN TEMPENYA

Selamat membaca dan merenungkan…
Ada seorang hamba Tuhan (yang berasal dari Madureso), yang menceritakan kejadian seorang ibu penjual tempe. Peristiwanya terjadi di sebuah desa di dukuh Pangkalan. Seorang ibu setengah baya tersebut sehari-harinya adalah penjual tempe di desanya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri. Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar Kebrek untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele itu masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu hanyalah dari menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu iapun mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut. Tuhan, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe, Amin. Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hatinya. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan dengan ujung jarinya bungkusan bakal tempe tersebut. Dengan hati yang deg-deg-an ia mulai membuka sedikit bungkusannya untuk melihat mujijat kedele jadi tempe terjadi. Lalu apa yang terjadi Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut … masih tetap kedele
Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa batangan kedele tersebut. “Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku Aku mohon Tuhan jadilah ini menjadi tempe, Amin”. Dengan berharap iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut??????..masih tetap begitu ! Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau akan mengadakan Mujijat buatku, Amin”. Lalu ia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan ia tidak lupa membaca doa dalam hati.
Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap bungkusan yang ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata saudara – saudara ??? tempenya benar-benar??????? belum jadi! Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi. Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang Tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa. Si ibu tertunduk lesuh. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. “Bu…?..! Maaf ya…, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi??”. Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya. Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa “Tuhan?.saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula,Amin”. Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu. “Bagaimana nih ?” ia pikir. “Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mujijat Tuhan?” Ia kembali berdoa dalam hatinya, “Ya, Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini..” ujarnya berkali-kali. Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu??apa yang dilihatnya Saudara-Saudara….???..? Ternyata…. memang benar tempenya belum jadi. Ia bersorak senang dalam hatinya. “Alhamdulillah”, katanya.
Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si ibu itu. Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa menantunya di Purwakarta mau tempe yang berasal dari Madureso itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Purwakarta jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya disana, tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya disana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak lagi. Sekilas info, tempe yang terkenal di Madureso adalah tempe buatannya Ibu Jindung. Makanya sebagian masyarakat desa Madureso mengatakan, “Jindung” bikin bangga.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kejadian ini ? Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan. Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita sebelumnya. Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan Keempat : Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.

9 Tanggapan to “Cerita”

  1. tukiran@jpn Says:

    bikin deg2an aja nichhhhhhhhhhh

  2. barokah Says:

    Assalamualaikum,

    Alhamdulillah, terima kasih Tuhan. KeranaNya kita bertemu di alam blog ini. Terima kasih pada tuan yang sudi bertamu di laman blog Barokah. Insyaallah ia akan dikemaskinikan dari masa ke semasa.

    Hayatilah sajak dari Mursyidku.

    Erti Mengenal Tuhan

    Mengenal Tuhan ertinya mengenal tujuan mati dan hidup

    Kerana Tuhanlah kita hidup dan mati

    Mengenal Tuhan ertinya mengenal tempat rujuk,

    Mengenal tempat berlindung, mengenal tempat menyerah diri,

    mengenal tempat mengadu, mengenal tempat bermanja.

    Mengenal Tuhan ertinya mengenal perbuatan Tuhan ke atas diri kita

    Semuanya yang berlaku pada diri kita adalah mengandungi hikmah

    dan pengajaran yang berguna

    Apabila mengenal Tuhan barulah kita rasa seronok melaksanakan syariat-Nya

    Dengan syariat-Nya kita akan selamat dan menyelamatkan

    Kerana syariat itu adalah disiplin kehidupan

    Disiplin adalah sangat diperlukan oleh setiap insan

    Dengan disiplin manusia hidup teratur

    Setiap masa ada program yang tertentu untuk faedah manusia

    Masa tidak terbuang, setiap ruang masa ada jadual hidup yang berguna

    Dengan syariat manusia hormat-menghormati satu sama lain

    Dapat bekerjasama sama ada secara langsung mahupun tidak secara langsung

    Kemajuan pun terbangun, hidup berkasih sayang dan harmoni juga wujud

    Berlakulah maaf-bermaafan, bertolak ansur, berlapang dada sesama manusia

    Syariat mendisiplinkan manusia hidup secara bersih, rajin dan cergas

    Bersih daripada pengkhianatan, penzaliman,

    daripada jatuh-menjatuhkan, daripada rasuah

    Setiap orang ingin hidup bersih, maka terjauhlah segala maksiat dan jenayah

    Apabila bersyariat bertunjangkan iman kerana Tuhan telah dikenal

    Dari syariat lahirlah akhlak yang mulia dan peribadi yang tinggi moralnya

    Akhlak yang mulia itulah pendorong perpaduan, kedamaian, kasih sayang dan keharmonian

    Maka berlakulah manusia di dunia seolah-olah satu keluarga

    Ini telah pernah berlaku di dalam sejarah Terutama di zaman Rasulullah SAW yang begitu indah.

    2.7.2000

  3. Kariyah Says:

    Good prayer will always get answer. Allah SWT will always listening our prayer. So my advise “Pray more will get more near to Allah SWT. AMIEN
    I my selp originaly from this Village. I love my Madureso,I miss Madureso. Has been 8 years I leave this Village I wish and hopes Madureso more Beautifull than before. See you soon my Lovely Madureso. LoVE YOU

  4. Kariyah Says:

    Desaku tercinta,tetanggaku yang damai bahagia, semoga Dikau bugar sejahtera cantik bagai bunga. Salam buat Kepala Desaku terHormat Mr.YATIN.Dariku rakyat kecilmu yang jauh di Singapura. Doaku semoga Madureso tatap JAYA… See you soon

  5. dory Says:

    Software-Re Foto FRame Pa Foto apa kue Ora ngerti Q,

    kirim Meng E-mailQ
    mr.dory_net@yahoo.com
    Jawaban Madureso: Software sing endi sih mr dory?ora ngeh aku karu pitakonanmu..bisa diperjelas?

  6. dory Says:

    Q wong LEmahduwur kang…!!!!

  7. doryatalarix Says:

    Oh sorry Maz… MksdQ, Q njaluk software fotoframe duwe apa ora????? Nex duwe Kirim Meng E-mailQ

    Matur Nuwun….

  8. ENNY Says:

    Asalamualaikum wr.wb
    Alhamdulilah sekarang desaku tercinta sudah semakin maju dan mudah-mudahan rakyatnyapun semakin makmur. Amin.
    Jawaban Madureso: Wa’alaikumsalam mba Enny. Alhamdulillah makmur jibar jibur…

  9. toross Says:

    mas dan embak yth tolong dong saya punya sdr di Kec kewarasan desa mangli jalan puring rt 02/004 Bp MARYONO , tolong bisa up load foto desanya ngk trims atas bantuannya…..
    Jawaban madureso: Mangli sebelah mana ya?Insya Alloh foto-foto desa mangli akan akan kami publikasi juga…mas toro posisi dimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s