MEMBUNUH ORANG KARENA TIDAK SENGAJA
Written by Ust. Muhaerin
Monday, 18 July 2011 23:32
hukum-pancungMENANGGAPI KASUS HUKUMAN MATI TKW INDONESIA DI ARAB SAUDI KARENA MEMPERTAHANKAN DIRI

Menurut kabar yang beredar di media cetak atau televisi bahwa ibu Ruyati sebagai TKW Indonesia di Arab Saudi mempertahankan dirinya karena akan di perkosa oleh majikannya, tapi apa yang terjadi, majikannya itu malah tewas karena jatuh dari lantai dua tempat kejadian,

Hukum Membunuh orang karena tidak sengaja, bisa kita lihat dalam Alqur-an surat Annisa ayat 92 :

وَمَاكَانَ لِمُؤْمِنٍ اَنْ يَّقْتُلَ مُؤْمِنًا اِلَّا خَطَئًا وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَئًا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَّةٌ مُسَلَّمَةٌ اِلَى اَهْلِهِ اِلَّا اَنْ يَصَدَّقُوْا فَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَاِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيْثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ اِلَى اَهْلِهِ وَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللهِ وَكَانَ اللهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

Dan tidak boleh seorang yang beriman membunuh orang yang beriman lainnya, kecuali karena kesalahan (tidak sengaja),barang siapa yang membunuh orang yang beriman karena tidak sengaja, maka dia harus memerdekakan hamba sahaya yang beriman dan membayar tebusan kepada keluarganya (yang terbunuh), kecuali jika mereka keluarga yang terbunuh itu menshodaqohkan (membebaskan pembayaran), jika si terbunuh itu dari kauam yang memusuhimu, padahal dia orang yang beriman, maka hendaklah si pembunuh memerdekakan hamba sahaya yang beriman, dan jika si terbunuh itu dari kaum kafir yang ada perjanjian damai antara mereka dengan kamu, maka hendaklah si pembunuh membayar tebusan yang diserahkan kaepada keluarga si terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman , barang siapa yang tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) melakukan shaum dua bulan terus menerus  sebagai tobat kepada Allah , dan Allah maha bijaksana dan maha mengetahui (QS : Albaqoroh : 92)

Betapa Allah menghargainya kepada nyawa seseorang, sehingga orang yang membunuh karena tidak sengaja saja tetap tidak bisa lepas dari hukum. Sebagaimana diungkap oleh Allah SWT dalam ayat diatas , bahwa orang yang membunuh karena tidak sengaja , maka hukumannya adalah : Memerdekakan hamba sahaya dan membayar tebusan kepada keluarga si terbunuh, atau bisa juga meminta maaf terhadap keluarga si terbunuh sehingga mereka membebaskan. Seandainya keluarga terbunuh itu tetap menuntut harus bayar tebusan maka perhatikanlah kemampuan si pembunuh itu, dan mesti diingat! dalam ayat tersebut tidak dinyatakan harus dihukum mati/pancung bagi orang yang membunuh karena tidak sengaja kemudian ia  tidak bisa bayar tebusan pada keluarga yang terbunuh, karena hukum pancung atau harus dibunuh lagi itu hanya berlaku untuk si pembunuh yang melakukan pembunuhannya dengan sengaja.

Menanggapi kasus ibu Ruyati TKW Indonesia di Arab saudi, kalau memang ia membunuh majikannya karena tidak sengaja lantaran mempertahankan diri akan diperkosa, maka seharusnya ibu Ruyati tidak terkena hukuman mati/pancung, paling juga harus bayar Diyat (bayar tebusan) pada keluarga majikannya itu, atau bisa meminta maaf terhadap mereka sehingga mereka membebaskan, seandainya mereka tetap menuntut harus bayar tebusan, maka bisa dibayar sesuai kemapuan, seandainya tidak bisa juga maka bisa terkena hukuman lain yang ditentukan oleh hakim selain hukuman mati/pancung, penjara misalkan.

Kalau ternyata ibu Ruyati itu dinyatakan atau terbukti melakukan pembunuhan dengan sengaja, maka seharusnya ibu Ruyati tidak perlu dituntut bayar tebusan, tapi langsung saja di hukum mati/pancung.

Kesalahan-kesalahan itu jika dikerjakan dengan tidak sengaja, maka tida ada hukum balas, tetapi ada diyat buat masing-masing (A. Hasan, Terjemah Bulughul Marom : 533)

Disinilah mungkin peran Pemerintah untuk menolong para TKI yang terkena kasus yang sama seperti ibu Ruyati. Maka untuk melakukannya antara lain :

  1. pastikanlah bahwa TKI tersebut melakukan pembunuhan itu karena tidak sengaja.
  2. lakukanlah negosiasi yang sangat kuat dengan pihak keluarga terbunuh supaya mereka bisa membebaskan atau menutut bayar tebusan yang tidak memberatkan.
  3. libatkan para ulama yang benar-benar memahami hukum islam, jika negara yang ditempati para TKI itu membawa-bawa hukum islam.

Perhatian untuk para TKI (Tenaga Kerja Indonesia)

Para tenaga Kerja Indonesia baik laki-laki maupun perempuan, janganlah anda terlena ingin bekerja di luar negri, bukan tidak boleh bekerja di luar negri, tapi berusahalah mencari nafkah di negri sendiri walaupun jauh lebih sedikit hasilnya, tapi itu lebih baik, lebih terhormat dan bisa mengembangkan negri sendiri.

Rosullalah SAW bersabda :

اَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْئِ اَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً  وَاَوْلَادُهُ اَبْرَارً وَخُلَطَاءُهُ صَالِحِيْنَ وَاَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بِلَدِهِ (الدّيلمى)

Empat perkara yang merupakan kebahagian bagi seseorang yaitu : Istri yang sholihah, anak-anak yang berbakti, teman-teman yang sholih, dan mempunyai kasab (usaha) di negrinya sendiri.(HR : Daelamiy)

Wallahu ‘alam bishowab