Komunitas Pemuda Peduli Madureso (KPPM) adalah lembaga sosial milik masyarakat desa Madureso yang dirintis awal tahun 2005 yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana infaq bulanan dan lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas Pemuda yang ada di perantauan yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasib dhuafa khususnya di desa Madureso. Puluhan Pemuda dan Pemudi asli Madureso berpadu sebagai Pendiri dan penggerak lembaga independen ini dengan nama Komunitas Pemuda Peduli Madureso atau yang disingkat KPPM.

Pada hari Sabtu malam Minggu tanggal 11 Januari 2012, Komunitas Pemuda Peduli Madureso mengadakan silaturahim untuk kesekian kalinya sekaligus merumuskan program kerja untuk tahun 2012. Bertempat di Kampus Nurul Fikri Computer Mampang Jakarta Selatan, yang sebelumnya sudah dapat ijin dari Direktur Cabang Jakarta Selatan, segenap pemuda Madureso berkumpul disana.

Agenda acara yang seharusnya berlangsung jam 21:00, harus mundur sampai jam 10:30 dikarenakan menunggu beberapa anggota yang belum hadir, mengingat malam itu hujan turun begitu derasnya. Sungguh luar biasa, dengan guyuran hujan yang begitu deras, semangat pemuda sudah nampak dijiwa mereka. Dengan badan dan baju yang basah, seperti teman kita Saeful Anam, Udin Pandit, dan teman yang lain menembus derasnya hujan. Nasi padang yang jadi santapan untuk malam itu, sedikit basah. Tapi karena lapar, teman-teman dengan lahap menikmati makanan tersebut sebelum memulai rapat program kerja KPPM. Pemuda yang kerja di karawang juga tidak luput hadir dalam acara silaturahim ini. Total ada sekitar 12 Pemuda Madureso yang hadir dalam acara tersebut. Teman-teman yang tidak bisa hadir hanya menitip salam.

Acara dibuka oleh Muhtarom, selaku Dewan Penasehat KPPM, lalu diteruskan pemaparan draft program kerja yang sudah disusun oleh Ketua KPPM periode 2011- 2012 yaitu Ahmad Zaenuri. Dari pemaparan ketua ada harapan di tahun 2012 mendapatkan keputusan melalu musyawarah bersama.
AWAL KEHADIRAN

Sejak seringnya pemuda Madureso yang khususnya di daratan Jakarta suka berkumpul melepas kangen sesama masyarakat Madureso dibelahan Mampang Jakarta Selatan, tepatnya di Kampus LP3T Nurul Fikri Mampang Jakarta Selatan , lahirlah uneg-uneg dari beberapa teman. Bagaimana caranya agar kita bisa berguna buat masyarakat, khususnya untuk desa kita sendiri yaitu desa Madureso tercinta. Untuk bisa menciptakan itu semua, setiap Pemuda yang ada diperantauan diwajibkan menginfakan sebagian rizkinya demi kepentingan umat. Kepentingan kegiatan sosial untuk Madureso, atau mungkin untuk mengembangkan pendidikan agama untuk anak-anak Madureso. Akhirnya lahirlah kesepakatan bahwa setiap pemuda dikenakan infaq minimal Rp.20.000 dan maksimal tidak terbatas setiap habis gajian. Dana tersebut disalurkan langsung kepada dhuafa yang kerap dijumpai disaat pulang kampung, atau langsung disalurkan lewat kegiatan sosial seperti acara 1 Muharram dan sebagainya. Dengan manajemen dana yang dilakukan pada waktu tidak tentu, karena faktor kerjaan atau faktor gaji yang hanya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari di tanah rantau, tentu saja penghimpunan maupun pendayagunaan dana tidak dapat maksimal. Tapi kita selalu berusaha untuk selalu bisa menginfakan sebagian harta yang kita miliki. Walau kadang ada beberapa yang memang tidak bisa. Dan itu tidak mejadi masalah, karena memang komitmen sejak awal bahwa infaq ini jangan jadi paksaan tapi jadi komitmen untuk kepentingan akherat dan umat.
Dalam sebuah kegiatan di Lembaga Pendidikan Nurul Fikri di Jakarta, beberapa pemuda Madureso menyaksikan aktivitas pemberdayaan kaum miskin yang didanai karyawan. Dengan menyisihkan gaji, karyawan membantu masyarakat miskin. Aktivitas sosial yang telah dilakukan sambilan di lingkungan Lembaga dan sekitarnya inilah yang menumbuhkan motivasi pemuda untuk mengikuti jejaknya dan terdorong untuk dikembangkan. Kalau belum bisa untuk masyarakat luas, minimal untuk desa kami sendiri yaitu desa Madureso. Akhirnya tanpa banyak basa-basi lagi, perkumpulan pemuda Madureso kita namakan Komunitas Pemuda Peduli Madureso ( KPPM ). Kenapa dinamakan demikian?karena komunitas sementara ini adalah murni pemuda desa Madureso. Apakah kegiatan sosial ini hanya berlaku untuk masyarakat Madureso?untuk sementara begitu. Tapi kalau memang nantinya bisa berkembang dan sudah mendapatkan tempat dihati para dermawan atau donatur, bukan tidak mungkin kegiatan sosial ini berlaku buat seluruh masyarakat yang memang membutuhkan.
Saat pertama pemuda Madureso ketemu dan sharing pengalaman, masyarakat sedang dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan. Sesuai dengan niat awal kami, hadirnya Komunitas Pemuda Peduli Madureso untuk lebih bisa mengembangkan sayapnya, lebih legal untuk mencari sumber dana demi sejahteranya masyarakat, tentunya ingin mendapatkan pengakuan resmi dari jajaran pemerintahan desa Madureso. Dan nanti bisa mendapat rujukan untuk bisa mendapatkan legalitas dari CAMAT Kuwarasan. Atau bisa mendapat tembusan ke Kabupaten Kebumen. Sehingga Komunitas Pemuda Peduli Madureso ( KPPM ) bersifat LEGAL.

VISI, MISI, TUJUAN, PRINSIP DASAR DAN GRAND STRATEGI KPPM
VISI KAMI
Bertekad menumbuh kembangkan jiwa dan meringankan beban hidup masyarakat yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang adil dan seihsan mungkin.
MISI

* Membangun diri menjadi Komunitas Pemuda yang berfungsi sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan masyarakat.

* Menumbuhkembangkan jaringan pemuda peduli masyarakat.

* Membangun jiwa dan pola pikir Pemuda lebih kearah yang positif

* Memperjuangkan paradigma kesosialan yang hampir menghilang.

TUJUAN

* Meningkatnya efektivitas desa.

* Meluasnya pemahaman, penerimaan dan pelaksanaan masyarakat berkeadilan.

* Meningkatnya pendayagunaan aset masyarakat melalui bantuan dari sarana pendidikan.

* Tercapainya kesejahteraan komunitas sasaran.

PRINSIP DASAR

* Prinsip moral

Jujur, Amanah, Ihsan

* Prinsip kedudukan lembaga

Transparan, dapat dipertanggungjawaban, profesional, berdayaguna dan berhasil guna, berorientasi pada perbaikan terus menerus

* Prinsip pengembangan

Inovatif, kreatif, berorientasi pada social entrepreneurship dan investasi sosial

* Prinsip Hati

Semua bukan semata-mata ingin dilihat bergaya, tapi orientasi kami lebih kepada kepentingan akheratnya