Dan khusus untuk Anda,

Mudah-mudahan Tuhan menghadiahkan kesibukan yang indah kepada Anda, karena …

Sibuk is beautiful!

Coba bayangkan ini,

Ada orang yang sudah diberkati dengan pekerjaan sebagai sarana penyejahteraan keluarganya, tetapi bekerja dengan setengah hati, karena belum dibayar sesuai dengan yang dianggapnya pantas.

Sedangkan pada saat yang sama, hari ini juga …

Ada saudara kita yang lain, yang mencari kerja, dan sudah lama melamar ke sana ke mari; bersedia melakukan apa pun dengan serajin-rajinnya, bersedia untuk dibayar dengan apa pun, … tetapi tidak ada yang bersedia memberinya pekerjaan.

Sehingga, seseorang yang sudah memiliki pekerjaan, tetapi tidak bekerja sepenuh hati – adalah orang yang tidak bersyukur dan kejam.

Tidak bersyukur, karena dia menyepelekan awal baik yang diberikan oleh Tuhan sebagai tangga menuju kesejahteraan yang besar, jika dia bersedia bekerja keras dalam kejujuran.

Dan kejam, karena ada banyak sekali jiwa-jiwa jujur dan rajin yang sangat membutuhkan pekerjaan, tetapi yang tidak tersedia tempat baginya, karena telah diduduki oleh orang yang bekerja setengah hati itu.

Tahukah Anda bahwa ada ratusan ribu guru Indonesia yang hanya mendapat tunjangan bulanan di bawah Rp. 200.000,- per bulan, dengan status yang tidak dimungkinkan untuk diangkat sebagai pegawai tetap?

Dan ini bukanlah keadaan baru yang baru saja terjadi …

Sahabat saya yang baik hatinya,

Marilah kita menyatukan kebaikan hati kita untuk mensyukuri pekerjaan baik yang sudah diberkatkan kepada kita,
untuk bekerja keras dalam kejujuran, dan menyisihkan tenaga dan kemampuan untuk membantu menguatkan kehidupan sesama jiwa Indonesia,
yang belum menikmati rahmat kemerdekaan bangsa,
yang telah dan akan selalu dicanangkan sebagai slogan kampanye para pemimpin untuk memenangkan kedudukan.

Jika untuk kebaikan kehidupan sesama kita,
marilah kita mendahulukan kebaikan yang bisa kita lakukan sendiri.

Jika untuk kebaikan, jangan menunggu pemimpin.

Kitalah pemimpin kehidupan kita yang sesungguhnya.

Jiwa-jiwa Indonesia tidak boleh berlama-lama hidup dalam keluhan dan kegusaran untuk saling menyalahkan. Kita adalah saudara dan sahabat dalam kebenaran dan kesabaran.

Marilah kita mendahulukan yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kehidupan,
… satu sentimeter demi satu sentimeter,
satu gram demi satu gram,
satu tetes peluh demi satu tetes peluh berikutnya,
demi satu jiwa yang bernilai untuk satu jiwa Indonesia berikutnya.

Marilah kita saling mengasihi,
berlaku penuh hormat,
tidak memaksa orang lain untuk sama,
mengindahkan teladan yang menarik peniruan orang lain,
berlaku jujur sebagai warga,
berlaku amanah sebagai pemimpin,
belajar dengan baik sebagai murid dan mahasiswa,
menjadi Ayah yang menyejahterakan keluarga,
menjadi Ibu yang menghebatkan keluarga,
menjadi anak yang membanggakan orang tua,
menjadi guru yang memuliakan bangsa,
… dan itu semua kita lakukan dengan tulus dan jujur,
sebagai bukti kesungguhan kita untuk memuliakan sesama dan alam,
sebagai cara untuk memuliakan Tuhan,
… agar kita semua – dunia dan akheratnya dimulaikan oleh Tuhan.

Marilah kita menjadi sejatinya jiwa Indonesia.

………..

Sahabat saya yang hatinya baik,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahan Tuhan memudahkan persetujuan-Nya bagi penyegeraan rezeki besar yang telah menjadi hak Anda, karena kejujuran dan kerja keras Anda.

Mudah-mudahan setiap jiwa kita diberkati dengan kebaikan hati untuk menjadi rahmat bagi saudara dan sahabat kita yang hidupnya hari ini sedang tidak mudah.

Marilah kita saling berkasih-sayang.

Love is very powerful!

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya? agar kita bisa berjabat-tangan dan berbincang mengenai ini dan itu yang penting bagi pembahagiaan kehidupan sesama.

Jika kita cermat mengamati, ternyata masih banyak orang baik yang tulus bekerja bagi kebaikan sesama, jauh lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak amanah.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Loving you all as always,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta