Pria ini bernama Daseh Hidayat. Si ganteng yang asli Lembang
Bandung ini adalah satu dari sekian yang pernah menginjakan kakinya di dataran Madureso. Kesan yang diberikan oleh alam dan ademnya kampung Madureso itulah yang membawa cerita kalau mas Daseh merasa ketagihan untuk mengunjunginya kembali. Terlebih teman-teman pemuda Madureso sudah dikenalnya. Dan itu satu faktor sehingga ia merasa kerasan berlama-lama di Madureso. “enak jadi ada banyak teman ngobrolnya”ujarnya.
Sebagai seorang Desainer, pasti inspirasi yang ia cari. Untuk bisa mendesain backdroup atau mungkin grafis yang lainnya, diperlukan keuletan dan kesabaran. Makanya selama di Madureso waktu dua hari begitu ia maksimalkan. Disamping cari inspirasi, menghilangkan kejenuhan di pedesaan itu juga menjadi faktor utama. Walau tujuan sebenarnya adalah hanya ingin menghadiri pernikahan sahabat karibnya yang tinggal di Madureso yang bernama Kotarom Minami. Menurut cerita mas Daseh setelah kembali ke jakarta, ada keinginan lagi untuk bisa kembali dolan ke Madureso. “Tahu kapan”katanya.
Kami tunggu mas Daseh kehadirannya kembali di Madureso, ditepi desa kami akan menyapa kerinduanmu ke kampung kami Madureso.
Mas Idris itu panggilan akrabnya. Nama sebenarnya adalah Muhammad Idris.Pria asli betawi ini juga pernah menginjakan kakinya di desa Madureso. Jauh-jauh dari Jakarta minta dijemput sudah ada di depan pasar Gombong. Dengan goyangan mobil mewahnya, meluncurlah sekeluarga dari pasar Gombong ke desa Madureso. Tentunya setelah dijemput oleh Juzroney. Sepanjang jalan antara Gombong dan Madureso, memang menghampar persawahan. Seakan disana ada nyanyian tersendiri buat pria ganteng ini, seakan menyambut dengan ucapan selamat datang.
Pria ini bernama Joko. Tidak tahu Joko siapa lengkapnya. Mungkin juga Joko Bodho atau Joko Edan. Wajahnya yang ganteng ternyata orang Gombong. Saat ini sedang menyelesaikan tugasnya di Jakarta. Dibelakangnya Samsuri, orang brebes loh. Nah yang belakangnya lagi Arie Koeswoyo, ini baru betawi punya gaye. Ketiga orang ini ternyata sudah familier dengan yang namanya Madureso. Maklum, sekarang desa Madureso sudah dikenal sampai ke negeri Jakarta. Semoga Madureso selalu dihati….amin.
November 26, 2007 at 4:11 am
Keren juga pictnya, kaya tentara …senyumnya mana….
pict controlnya di perhatikan dong…
ehmmmm….
Kelihatannya aq juga mau di taruh di wp kamu dong kutunggu yaaaaa….
Jawaban Madureso: Silahkan mas, kirim aja fotonya.
April 10, 2008 at 3:27 am
boleh minta contact person-nya? kalo kita pengen kesana (pantai) ada cottage ga? kira2 buat 30-50 orang. tx
Jawaban: wah lek cottage mewah kayane urung ana mbok…ya nanti dicari infonya…
Juli 19, 2008 at 7:26 pm
gak terasa dari habis ‘Isa udah mau subuh ngobrak abrik madureso. semakin penasaran……
Jawaban Madureso: Ach yang boong…hehehehe
November 6, 2008 at 5:00 am
Kenapa tak ada add photo yang di jepret dari depan Ruhnya mas saoji. kalao seandainya da jepret dari sana ngambil bagian pemandangan sebelah lorkulon, pasti akan terlihat indah,karena akan mendapatkan hasil jepretan photo landcape of gunung slamet end hijaunya nyiur melambai di kikis ujung sana. kalua ada waktu anda boleh coba feedback saya.
THANK YOU
Jawaban Madureso: Baik mba, nanti di jepretkan
November 8, 2008 at 2:16 pm
Terima kasih banyak. Dengan mendongakkan muka saya tengok Maduresa tercinta di www Letih sehari terasa lenyap… Rinduku terobati dengan raut mu yang Jelita wahai Madureso…
Doaku Dikau jaya selalu
Majulah Madureso
Kekasihku Cintaku Tanah tumpah darahku Aku kan selalu merindukan Mu
November 13, 2008 at 2:23 pm
mas sudah njepret belon? cock belon nampak to gambarnya
Oktober 21, 2009 at 7:08 am
asslmkm………
q alumni MTS mdureso….cm mw krim slm buat smua guru2 disana & mw usul buat ada’in reuni donk….
oy q mafudz,,lu2sn agktan 2006/2007….