Headline


Oleh: Kotarom Minami

Sosok pemimpin seperti Sayidina Umar bin Khattab adalah dambaan setiap insan. Kesederhanaan dan cinta rakyat adalah cermin utamanya. Sifatnya adalah sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani masyarakat. Walau tidak sempurna tapi setidaknya ada sosok yang mendekati kriteria itu. Masih ingatkah ketika beliau memanggul karung gandum sendiri untuk rakyatnya yang kelaparan?sedang beliau sangat bisa meminta bantuan bawahannya, tapi itu tidak beliau lakukan. Beliau takut diminta pertanggungjawaban oleh Alloh SWT sebagai seorang pemimpin. Madureso membutuhkan pemimpin seperti itu. Disamping fisiknya harus kuat, akhlaknya juga harus di nomor satukan. Apalagi jiwanya masih muda. Karena akhlaqnya dulu yang dibina, baru menjadi pemimpin, tentunya untuk menghindari campur tangan syetan laknatullah. Niscaya Madureso akan menjadi desa yang sejahtera dan berkeadilan dibawah pemimpin seperti itu. Godaan duniawi tidak akan mempan, paradigma lama segera bisa dirubah, kedisiplinan dikedepankan.

Sosok itu begitu sederhana. Tapi mempunyai dedikasi besar untuk kemajuan bangsa, khususnya desa Madureso. Rasa bersalah karena banyak pemuda menganggur, menjadi motivasi untuk membuka peluang kerja dan aktifitas lainnya di kampung. Bawaan stylenya yang kalem tapi bersahaja, membuat Komunitas Pemuda Peduli Madureso kepincut untuk meminangnya menjadi pemimpin Madureso kedepannya demi masa depan dan kemajuan. Padahal dia bukan siapa-siapa di Madureso. Bukan anak seorang pejabat pemerintahan. Bukan anak pemuka Masyarakat. Dia adalah anak orang biasa, tapi mempunyai kepribadian yang luar biasa. Dia ingin merubah Madureso lebih sejahtera. Saya rasa tidak salah kita mengangkat dia menjadi orang nomor satu di Madureso untuk periode pemilihan kepala desa yang kurang lebih tiga tahun lagi.  Track Recordnya sudah tidak disangsikan lagi. Mempunyai pengalaman tiga tahun di jepang, ilmu agamanya bagus, dan mempunyai komitmen jelas sesuai draft yang dibuat. Jiwa sosialnya yang sangat luar biasa. Itu modal untuk lebih peduli kepada masyarakatnya yang lebih membutuhkan dari kepentingan dirinya.
Siapa dia?

Permainya Desaku Indahnya Rinduku

Udara pagi yimg_2119.jpgang begitu sejuk kala ditepi telaga. Airnya begitu terlihat jernih. Gemericik suaranya membikin hati ini semakin tenggelam dalam bayang-bayang cinta. Apalagi ada hiasan batu-batu karang ditepinya, sungguh itu adalah cermin kekokohan hati seorang pujangga desa. Desaku, ada bangga dalam dada disetiap nafas penghunimu.Itulah sedikit kata-kata dari salah seorang warga desa Madureso. padi.jpgDesa yang terbilang masih jauh dari kebisingan suasana kota. Karena sekitar tujuh kilometer jaraknya dari kota Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Madureso adalah salah satu desa yang dibilang 100% penduduknya beragama Islam. Madureso mempunyai kecamatan Kuwarasan. Sebagian penduduknya adalah bertani. Persawahan yang luas membentang, akan jadi pemandangan indah tersendiri apabila tanaman padi sedang menghijau. Laksana lautan emas apabila padi mulai merunduk dan menguning. Ditepinya, disudut desa masih banyak pohon nyiur yang menjulang, melambai-lambai seakan ingin mengajak bercanda, bergembira, seiring merunduknya padi yang semakin menguning. Tak sabar ingin bertemu panen raya yang akan segera tiba.

Selamat datang di Dusun Madureso, Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Desa yang penuh dengan sejuta pesona. Dimana seh tempatnya? mungkin anda ada pertanyaan seperti itu. Gampang. Dari pasar Gombong anda jalan saja ke stamplat mobil, tanya aja angkutan yang lewat madureso. Mobilnya warna merah. Bilang ke sopirnya turun dimadureso, tepatnya didepan masjid, nah itu sudah deket rumah mantan kepala desa Madureso, yaitu bapak Haji M. Rudi Haryanto…mampir boleh. Kalau dari stasiun Gombong seh, sama. Anda jalan saja ke stamplat mobil, tanya saja angkutan yang lewat madureso. Mobilnya warna merah. Bilang ke sopirnya turun dimadureso, tepatnya didepan masjid. Anda akan mendapatkan pemandangan yang penuh kedamaian, hijaunya alam masih terasa. Penasaran….?

Memang Madureso boleh dibilang kampung, tapi penduduknya tidak kampungan loh. Dibilang kampung kayaknya tidak kampung-kampung banget. Karena angkutan sudah ada, TV sudah merajalela, jalan sudah aspal hitam warnanya. Memang seh, disana ditepi jalan, hamparan sawah dan ladang masih banyak membentang. Tapi dengan adanya itu, pemandangannya jadi mengasikan. Anda dapat menikmati desiran angin yang masih sepoy, dingin, lembut…indah banget dah.

Desa Madureso Kecamatan Kuwarasan

Kabupaten Kebumen – Jawa Tengah 54366

KALAU MAU DOWNLOAD YANG PENTING DIBAWAH INI

  1. NAMA-NAMA ANAK PUTRI
  2. NAMA-NAMA ANAK PUTRA
  3. NOVEL AYAT-AYAT CINTA YANG BAGUS PUNYA
  4. CARILAH NAMA TERBAIK ANAK ANDA DIANTARA NAMA DI SINI
  5. Hukum-Hukum Jenazah