Andaikan saudara datang ke desa Madureso, di sana saudara bisa mencoba untuk mendatangi tempat rekreasi yang pastinya menyenangkan.
Untuk dapat mengunjungi pantai-pantai indah di Madureso Gombong selatan sebenarnya tidak sulit-sulit amat. Akses jalan aspal yang ada sud
ah teramat mulusnya. Ditambah dengan jelasnya penunjuk arah menuju daerah wisata tersebut, para pengunjung lebih merasakan kenyamanan perjalanan. Pemandangan indah sepanjang sisi kiri dan kanan, sawah-sawah kuning menghampar ditambah dengan indahnya perbukitan kapur yang membujur di sepanjang perjalanan membuat kita melupakan rasa bosan.
Mungkin masalah terbesarnya adalah angkutan yang tidak beroperasi 24 jam seperti di kota-kota besar. Jadi kalau tidak membawa kendaraan sendiri ke daerah ini, Anda harus menyiapkan tenda untuk menginap. Masalah keamanan tidak usah dirisaukan, karena penduduk daerah tersebut terkenal akan adab baiknya. Menariknya, Anda bisa merasakan tidur beratapkan langit bertabur bintang, beralaskan pasir yang lembut, diiringi nyanyian debur ombak, dan berbalut udara sejuk—bahkan lebih sejuk dari kamar di hotel berbintang lima. Hmm, romantis sekali.
Kota besar yang bisa dijadikan patokan pertama menuju ke sana adalah kota Gombong. Kota yang terletak di Kab. Kebumen, Jawa tengah ini terletak 420 km dari Jakarta. Jarak kota besar yang terdekat dari Kebumen hanyalah Purwokerto, itu pun berjarak 80 km jauhnya.
Tiba di Gombong naiklah bus yang menuju ke arah Jatijajar. Dengan membayar hanya Rp3.000, kita bisa minta turun di pasar Demang Sari. Dari pasar tersebut kita melanjutkan perjalanan dengan angkot-angkot kecil menuju pesisir selatan Kebumen. Setelah melewati kawasan gunung kapur yang membujur panjang dari Demang Sari sampai pasar Ayah, berdurasi sampai 30 menit perjalanan mobil, baru kita temui debur ombak dan indahnya pasir laut selatan yang pertama.
Tempat Pelesiran Sinyo Belanda
Pantai pertama yang sempat penulis singgahi di sini bernama pantai Lohgending. Terletak di km 29 sebelah barat kota Gombong. Pantai ini termasuk pantai yang paling terkenal di kawasan tersebut. Ini berkat keindahan dan kemistisan daerahnya. Panorama kala matahari terbenam di ufuk barat plus keindahan Kepulauan Nusa Kambangan—dari kejauhan—menjadi bonus yang mengasyikkan..
Keindahan Lohgending bahkan telah menarik perhatian para sinyo Belanda pada zaman penjajahan dulu. Banyak sinyo yang menjadikan tempat ini sebagai tempat pelesiran (berwisata, bahasa Jawa). Namun, Lohgending sendiri di
ambil dari nama sebuah pohon, Loh. Bentuknya mirip pohon beringin, tumbuh subur dan besar di pinggir pantai, lengkap dengan juntaian akar yang berserabut ke mana-mana. Di bawah pohon Loh yang berbuah gondang itu, para sinyo senang bermain. Pantai ini kemudian dinamakan Lohgending karena bila batang pohon Loh itu dipukul, akan keluar bunyi mirip gending (alat gamelan).
Selain keunikan namanya, pantai ini juga menawarkan keindahan muara sungai Bodo. Muara sungai besar ini bisa kita jelajahi dengan mengendarai perahu-perahu nelayan yang dapat kita sewa. Bila uang kita pas-pasan, bisa juga ikut trip sederhana selama dua jam menyusuri sungai menuju bagian hulu.
Saat sore hari di pantai ini tak terkirakan indahnya. Aroma sunset dan pemandangan nelayan yang sedang menjala sangat kontras di pandangan mata.
Lebih ke timur lagi kita bisa melihat pantai Pedalen. Pantai yang merupakan tempat berlabuh para nelayan dari laut selatan ini berada di 4 km dari pantai Lohgending. Bisa juga kita naik ojek untuk mengunjunginya, hanya sepuluh menit mengikuti jalan menanjak berbatu. Selesai di punggungan bukit, kita akan dibawa turun menuju lembah sempit berbentuk ceruk di pinggir laut.
Kawasan berluas sampai tiga hektar ini dahulunya merupakan tempat gerilya pejuang Indonesia saat melawan kekuasaan penjajahan Jepang. Banyak sekali nelayan berlabuh saat penulis sampai di sana. Mungkin karena tempat tersebut merupakan salah satu tempat pelelangan ikan terbesar yang ada di daerah tersebut.
Apabila masih tetap ingin melanjutkan perjalanan, kita bisa menyinggahi sebentar pantai Menganti yang terletak di desa Karang Duwur di timur pantai Pedalen. Pantai indah berpasir putih ini mengingatkan kita pada indahnya pantai Kuta dan Sanur di Bali sana. Lengkap dengan rumah-rumah Joglo (khas orang Jawa Tengah) yang menghiasi di sepanjang bukit pinggir pantai, terasa sekali keunikan budaya daerah ini. Apalagi bila kita menyempatkan pada sore hari naik ke atas bukit di belakang rentetan rumah-rumah joglo tersebut. Siluet rumah joglo dan hempasan ombak serta perjalanan matahari terbenam menjadi sketsa gambar yang tak akan terlupakan di benak kita.
Karang Bolong
Perjalanan me
ngikuti pantai selatan Gombong ini selanjutnya bisa diteruskan menuju ke arah pantai Karang Bolong. Mendengar namanya, pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Objek wisata pantai ini dengan tambahan ornamen karang yang bolong juga terdapat di sini. Cuma bedanya, kalau di Jawa Barat karangnya benar-benar bolong karena alami gerusan air, di sini karangnya menjadi bolong semata-mata karena buatan manusia.
Ini terjadi karena di daerah ini terkenal dengan industri sarang burung walet. Karena banyaknya burung walet di sana, maka dibuatlah sarang burung buatan seperti di karang tersebut. Diharapkan dari karang yang sengaja dibolongi tersebut, bisa menjadi tempat burung-burung membuat sarang dan menambah devisa daerah selain sisi wisata.
Bentangan Karang Bolong itu meluas sampai ke pantai. Lengkap dengan tambahan pohon-pohon kelapa yang tumbuh subur di sepanjang garis pantai mengingatkan kita pada pantai di Kepulauan Hawai nan indah.
Di sana juga ditawarkan paket acara wisata budaya pengambilan sarang burung walet. Biasanya ini dilakukan saat panen sarang burung tersebut. Acara yang disebut pengunduhan ini dilakukan hampir setahun sekali. Para pemanen sarang burung nantinya akan menggunakan rotan untuk menggapai sarang-sarang burung yang ada di tebing-tebing curam Karang Bolong. Sedangkan nama orang yang memanen sarang burung walet disebut sebagai pengunduh.
Pantai indah Petanahan juga dilengkapi dengan tempat berteduh untuk pengunjungnya yang berupa panggung terbuka. Tapi hati-hatilah, ombak yang datang kadang teramat besarnya hingga bisa menyeret pengunjung dan menewaskannya.
Pantai terakhir mungkin agak fenomenal kedengarannya. Pantai pasir yang terletak di arah selatan Gombong dan berjarak hanya 7 km di bagian barat pantai Karang Bolong ini terdengar dahsyat karena dipercaya sebagai pintu gerbang menuju istana Nyai Roro Kidul, sang penguasa pantai laut selatan.
Sebenarnya panorama yang tercipta di pantai ini tidak bisa dikatakan buruk. Sebab jika kita mengamati dengan saksama, pantai pintu gerbang istana Nyai Roro Kidul ini akan terlihat seperti bentuk beruang yang sedang minum.
GOA JATIJAJAR
Terletak
21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, atau 42 Km sebelah barat daya kota Kebumen. Legenda di dalam goa menggambarkan legenda Raden Kamandaka atau legenda Lutung Kasarung. Panjang goa adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan Pulau Kera. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan prasara transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam Goa Jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun. Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri yang dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda Kamandaka (Lutung Kasarung), di mana kisah ini secara tersirat dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar. Di dalam Goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana. Ingin bukti, datang dan cobalah….. Di samping Goa Jatijajar, masih terdapat goa yang lain seperti Goa Dempok ini. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi.
BENTENG VAN DER WIJCK
Jika anda berkunjung ke desa Madureso, tidak ada salahnya anda singgah sejenak ke obj
ek wisata sejarah yakni benteng Van der Wijck. Lokasinya yang cukup dekat dari jalan utama/raya Gombong -Yogya, yakni sekitar 300 meter, amatlah sayang jika dilewatkan begitu saja. Benteng kuno dengan dominasi warna merah ini cukup menyolok diantara bangunan lain, namun tersamar dari jalan utama mengingat gerbang masuk lokasi wisata ini cukup jauh dari pintu gerbang benteng. Disediakan kereta api mini yang siap mengantarkan pengunjung dari gerbang utama mengelilingi objek wisata bersejarah ini
Anda tidak usah kuatir bahwa berada dilokasi objek wisata sejarah ini, nantinya hanya akan disuguhi bangunan kuno yang cenderung membosankan dan kurang diminati anak-anak. Beberapa sarana permainan anak-anak telah dibangun disekitar benteng seperti perahu angsa, kincir putar dan berbagai macam permainan anak lainnya. Tak ketinggalan juga sebuah patung dinosaurus raksasa ikut dibangun untuk meramaikan suasana dan lebih mengakrabkan dengan dunia anak-anak. Bahkan sebuah stasiun kereta api mini dibangun dibagian atas benteng tepat diatas gerbang utama, memungkinkan pengunjung untuk mengitari sisi atas benteng dengan menggunakan kereta mini. Didalam benteng itu sendiri pengunjung bisa melihat beberapa foto dokumentasi seputar bentuk asli bangunan benteng saat ditemukan dan tahap-tahap pemugaran yang telah dilakukan terhadapnya. Ruangan-ruangan bekas barak militer, asrama, pos jaga bisa dilihat didalam benteng dan semuanya boleh dibilang dalam keadaan rapi dan bersih. Hanya saja sebuah papan pengumuman yang ditempel dibagian luar benteng berisi “Sebelum masuk benteng sebaiknya anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing”, sempat menimbulkan kerutan didahi saat membacanya karena berkesan seram. Mungkinkah pernah terjadi hal-hal diluar nalar yang menimpa pengunjung saat berada didalam benteng, seperti kesurupan ?
Benteng Van der Wijck sebenarnya dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1820-an, bersamaan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Pemberontakan ini ternyata sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena Diponegoro didukung beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Maka dari itu Belanda lalu menerapkan taktik benteng stelsel yaitu daerah yang dikuasai segera dibangun benteng. Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah gubernur jenderal Van den Bosch. Tujuannya jelas sebagai tempat pertahanan (sekaligus penyerangan) di daerah karesidenan Kedu Selatan. Pada masa itu, banyak benteng yang dibangun dengan sistem kerja rodi (kerja paksa) karena ada aturan bahwa penduduk harus membayar pajak dalam bentuk tenaga kerja. Tentu saja cara ini membuat penduduk kita makin menderita apalagi sebelumnya gubernur jenderal Deandels punya proyek serupa yaitu jalan raya pos (Anyer – Penarukan, sepanjang l.k. 1.000 km), juga dengan kerja rodi.
Dilihat dari bentuk bangunan, pembangunannya sezaman dengan benteng Willem (Ambarawa) dan Prins Oranje (Semarang – kini sudah hancur). Pada awal didirikan, benteng dengan tinggi tembok 10 m ini diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius). Namanya diambil dari salah seorang perwira militer Belanda (Frans David Cochius) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen (salah wilayah karesidenan Kedu). Nama Van der Wijck, yang tercantum pada bagian depan pintu masuk, merupakan salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di Benteng tersebut. Reputasi van der Wijck ini cukup cemerlang karena salah satu jasanya adalah membungkam para pejuang Aceh, tentunya dengan cara yang kejam.
Pada zaman Jepang, benteng ini dimanfaatkan sebagai barak dan tempat latihan para pejuang PETA.
Dilihat dari fisiknya, bangunan yang luasnya 3.606,62 m2 ini sudah mengalami renovasi yang cukup bagus. Sayangnya renovasi ini kurang memperhatikan kaidah konservasi bangunan bersejarah mengingat bangunan ini potensial sebagai salah satu warisan budaya (cultural heritage)
Data teknis benteng:
Luas benteng atas 3606,625m2.
Benteng bawah 3606,625 m2.
Tinggi benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.
terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.
GOA PETRUK
Di
kawasan wisata eko-karst Gombong Selatan,Kebumen, terdapat gua alami yang dinamakan Gua Petruk. Gua ini berada di dukuh Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, atau sekitar 4,5 km dari Jatijajar menuju ke arah selatan.
Gua ini dapat ditelusuri sejauh 300 meter dalam kondisi masih alamiah dan tidak banyak perubahan campur tangan pengelola. Menurut salah seorang pakar Gua dari luar negeri mengatakan, bahwa Gua Petruk ini merupakan Gua terindah di seantero Nusantara. Untuk itu, pakar Gua ini meminta pada Pemda Kebumen, agar Gua tersebut tetap dijaga kealamiannya. Bahkan, untuk diterangi dengan listrik, juga tak diperkenankan. Namun pengunjung jangan khawatir, di sini tersedia guide atau pemandu yang selalu siap mengantar disertai dengan peralatan lampu yang memadai.
Di dalam, Anda akan diajak untuk menelusuri Gua Petruk, seakan-akan masuk ke dalam perut bumi yang gelap, tetapi menyimpan hiasan-hiasan batu yang luar biasa aneh dan indahnya. Saking anehnya bentuk-bentuk stalaktit dan stalagmitnya, nama-namanya pun terdengar aneh, seram, atau lucu, misalnya: batu layon (mirip mayat), bajul putih (mirip buaya), atau batu helikopter, dan lain-lain. Bahkan stalaktit yang menggantung di lantai Gua yang rendah yang bulat-bulat, dinamai – maaf – batu payudara.
Gua ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Bagian pertama atau di lantai 1 hanya terdapat kelelawar dengan bau kurang sedap dan beterbangan ke sana kemari. Sedangkan untuk Gua kedua dalam lokasi tersebut diberi nama Gua Semar. Dalam Gua inilah kita akan disuguhi dengan pemandangan dari bebatuan yang cukup indah dan mempesona. Sedangkan gua yang terakhir, disebut Gua Petruk, karena dalam Gua tersebutlah terdapat batu yang mempunyai wujud seperti hidungnya Petruk. Sayang, karena ulah Belanda yang waktu itu melakukan penambangan fosfat, hidung Petruk yang merupakan Logo dari Gua tersebut putus dan kini sudah tak kelihatan lagi.
Bukan Gua Petruk, kalau tidak menyimpan sejumlah bebatuan yang beraneka ragam bentuk yang begitu menawan, indah dan membuat orang yang melihatnya berdecak-decak kekaguman. Bahkan, membuat orang enggan keluar dari gua tersebut. Bukan tanpa alasan, karena di dalam gua ini juga terlihat adanya sejumlah sendang dan air terjun yang bahkan airnya mirip busa sabun.
Sambil menikmati bebatuan yang banyak aneka ragam dan bentuknya, telinga kita akan mendengarkan bunyi tik …tik. .. tiiiikkkk, dari air yang jatuh dari langit gua, atau dari bebatuan yang indah, sehingga menambah kenyamanan kita untuk menyaksikan keajaiban Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Cara Mencapai Daerah Ini
Secara reguler objek wisata ini dilalui oleh kendaraan umum, jadi untuk sampai ke lokasi tidaklah sulit. Dari Kebumen, naiklah kendaraan umum dan turunlah di Gombong. Dari sini kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan wisata. Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi, maka jarak yang harus ditempuh dari Gombong menuju Gua Petruk adalah sekitar 25 Km
Tempat Menginap
Di sepanjang jalur Kebumen ” Gombong Anda akan menemukan berbagai penginapan yang dapat Anda jadikan pilihan untuk bermalam.
Tempat Bersantap
Banyak penjual makanan dan minuman disepanjang jalan menuju Gua Petruk. Jangan lupa pula untuk mencicipi Es Legen dan Sate Ambal, salah satu makanan dan minuman khas daerah Gombong Selatan.
Berkeliling
Jalan satu-satunya untuk mengelilingi Gua ini hanyalah dengan berjalan kaki.
Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
- Menikmati keindahan stalaktit dan stalagmite
- Caving
Buah Tangan
- Anda bisa membeli cinderamata seperti dompet, tas, kipas, topi dan lainnya yang terdapat di kios-kios cinderamata sekitar areal parkir.
- Atau jika Anda lebih memilih membeli keramik terukir sebagai buah tangan, maka Desa Jatisari dapat menjadi pilihan. Desa tersebut terletak di 6 km timur kota Kebumen.
Tips
- Sebaiknya menyiapkan peralatan berupa sepatu dari plastik atau kare, sehingga tidak bisa tembus air.
- Hindari sepatu yang memiliki hak.
- Peralatan lain yang perlu dipersiapkan adalah senter yang cukup terang dan topi untuk menghindari benturan.
- Bila perlu, bawalah Kamera atau handycam untuk mengabadikan keindahan Stalagmit dan Stalaktit yang ada di dalam Gua Petruk.
- Berhati-hatilah melangkah selama berada di dalam Gua. Hal ini dikarenakan lantai Gua yang licin akibat tetesan air yang jatuh dari langit Gua.
- Dilarang membuang sampah plastik di dalam Gua
Dan masih terdapat daerah wisata lainnya yang sangat menarik. Ada pantai Petanahan, pantai Puring, pantai Logending, pantai Sempor, pemandian Langanujung dll.
SILAHKAN MENIKMATI KEINDAHAN PANTAI PANTAI DI DAERAH SUWUK PURING



































April 29, 2007 at 11:39 pm
kirei desuneeeeeeeeeeeeee
wow bagus bangeeeeeeeeeeeeet
Mei 16, 2007 at 2:31 pm
Kepada ibu Bupati kami mohon jln.Mertokondo-Karangsambung segera diperbaiki,karena jln.tsb.sangat penting sekali buat masyarakat dan sekitarnya.Karena jln.tsb.jalan utama.terima kasih.atas perhatianya.
September 28, 2007 at 10:09 am
i miss my beloved gombong…pgn nostalgia masa2 sekolah euy..jl2 ke pantai+goa2 dsana..
September 29, 2007 at 3:37 am
emang kota kebumen kelahiran ku TOP bgt seandainya ada investor yang mo invest ke sana mungkin bisa ngalahin bali
Jawaban madureso wordpress: Doain aja kang, mudah-mudahan lebih bagus dari yang wis ana…sebagus-baguse kampung wong, bagusan kampunge dewek mbok..
Oktober 1, 2007 at 12:30 pm
wah dadi pengin balik kampung kiye aku koh
Jawaban madureso wordpress: Wah lek arep balik, ayo bareng mbah eko…lebaran …
Oktober 4, 2007 at 3:14 am
weh aku juga pengen balik kampung nih .. arep plesiran ning gw jatijajar,goapertuk.benteng pokok ke wisata nag kabupaten ku kebumen lan gombong .. bareng yuk mudi .. karo aku .. gelem pora njenengan … lamkenal ..yo ..kusno _ uyi
Jawaban madureso: Badan plesiran mesti kang kusno. Arep mudik bareng ya ayuh, sampeane nang endi kie parane?cantumna alamate sampeab ya kang, men jelas. salam kenal kembali kang batir-batir madureso kang kusno, kesuwun.
Oktober 4, 2007 at 3:16 am
mudi KKKKKKKKKKK yuk
Oktober 22, 2007 at 4:13 am
nice blog. ayo sapa yang mau ke gombong ikut aku, pengennya ke geowisata kebumen ada apa ya disana?
Oktober 29, 2007 at 10:32 am
aq cinta bgt ma Kebumen,,,meski orangtuaQ yg lahir di kota ini…seandainya semua orang tau kalau Kebumen itu indah plus orang2nya ramah n baiiiiik banget pasti kerasan tinggal di Kebumen…
hidup Kebumen Fans Club (KFC)!!!!!!!!
Team Madureso : iyah kita juga cinte banget ane kebumen…KFC jalan terus…
Oktober 29, 2007 at 10:39 am
Saya punya temen dulu di bogor orang kebumen daerah kec ayah tapi ngatau desanya nama nya Parti dan nama Bapaknya Dedi, mungkin ada yang tau.. bisa emai- kesaya masukpas@gmail.com
Jawaban team MADURESO:Yang namanya parti pastinya banyak mas . Karena team madureso bukan orang ayah jadi kurang tahu. Mudah-mudahan mbak parti yang telah menggugah relung mas, menemukan tulisan ini, sehingga kerinduan yang lama akan terobati.Dan dia segera menghubungi email mas.Amin
November 14, 2007 at 9:11 am
karangsambung dalane wis apik n tembus banjarnegara
lam knal bwt semua….
November 17, 2007 at 7:54 am
wah pada ngumpul neng endhi kiyeee koh?? mbok ayuhh pada kumpul add baen Ym ku neng( echo_13typ) men lewih edek sedulurane walau adoh semua jadi deket berkat ada nya jaringan internet kang..wah seneg dech walu asl seka desa wong gombong ora ketinggalan teknologi yahh wah truss berkerasi kang..and berkarya mapir juga ke web ane kang di http://gombong-online.co.cc/
Jawaban Madureso: Mas eko wong sidarum kanca-kanca kabeh…dwek due batir siji maning, mudah-mudahan dadi sedulur sing apik lak mendamaikan hati, amin…
Januari 21, 2010 at 1:34 am
Aku melu diajak dadi batir. Aku wong Kalibeji, tepatnya Kaligede, lor Ponpon.
Madureso: Ok kalau arep gabung, parane nang endi?kapan2 ketemu…
Januari 21, 2010 at 1:35 am
Sugiyanto komentar : Aku melu diajak dadi batir. Aku wong Kalibeji, tepatnya Kaligede, lor Ponpon.
Juli 20, 2010 at 9:31 am
Bekasi, kelurahan Duren Jaya BTN Kp. Cerewed RT 15 RW 13 No. 28. CP.02170746320
Jawaban Madureso: Thanks
Desember 8, 2007 at 12:42 am
Lam kenal yah team Madureso…
i miss u gombong……..
i love u….
aku tresno marang kowe,,kota sing ngedeke aku,,,,,,
matur nuwun,,,,
salam kanggo cah2 STM WHE-ER 75…alias wongso rejo 1975 lulusan 2002…
kapan reuni……
Jawaban team Madureso: Salam kenal maning mas Djarum. Mudah-mudahan anak wongso juga membaca web ini sehingga commen bisa ditanggapi. Wah wong MAdureso ana sing tamatan Wongso, jenenge Solehudin sing andeng-andenge gede nang ……hehehe…
Januari 2, 2008 at 8:10 am
ehh enaknya jalan2 ke kebumen jd ingat masa laluku jika lihat gambar2 ini da apa yah bersama dia someone heee
Madureso: ehemmmm
Maret 3, 2008 at 4:19 am
dah lma nih g jln” ksitu jd kngen bnget nih!!!!!! kpan y bisa jln” rame” am tmn kya dlu,kyany seru bnget.
Maret 4, 2008 at 9:06 am
Salam balik kanggo cah2 STM WHE – ER Aq juga mantan Wongso jur mesin – B lulusan 84/85 aq juga kangen karo kanca2ku kapan bisa reuni……salam kanggo pak suwarjo, pak Budi,
Jawaban team Madureso: Insya Alloh disampaikan mas Basuki lek ketemu…
Maret 17, 2008 at 1:28 am
Sudah lama di perantauan tapi selalu saja teringat akan kebumen. Sosok yang sering dilihat sebelah mata. namun orang butuh genteng yang bagus pasti lihat sokka, Bila ingin makan enak singgahnya di warung ASLI kutowinangun. kalo mau berpetualang. Berpetualanglah di GOA Petruk, minta ijin untuk menelusurinya pasti asik…
azis Kutowinangun
Jawaban team Madureso: Salam balik kang wong Madureso mas Aziz
April 17, 2008 at 8:25 am
jadi kangen sama gembus dan golaknya, emmmmmm, kapan lagi akau kesana ya oh Desa Ori.
Jawaban Madureso: Ya lek meng ori mampir mas, lek butuh gembus nonton ketoprak ndisit…
Mei 14, 2008 at 11:31 am
tolong disubutkan penginapan ada berapa dan tarif, kalau buat rombongan +/- 100 orang (1 instansi) menginap, bisa terakomodir tidak?
Jawaban team Madureso: Aduh maaf sekali mas, kalau untuk masalah penginapan dan berapa tarifnya untuk wisata di daerah Gombong dan sekitarnya, kami belum tahu informasinya. Mudah-mudahan suatu hari nanti kami bisa bertemu dengan pengelolanya dan kami tanyakan, maaf banget ya…
Juli 10, 2008 at 8:45 am
JATIJAJAR YA AKU DADI KEPENGIN BALI MENG JATIJAJAR NGIDUL LEWIH TEPATE MANGUNWENI.NGESUK BADAN BALI AKU AREP PLESIR MENG JATIJAJAR KRO LOGENDING AREP GOLET NGGERENG NANG PESISIR LOGENDING.KEBUMEN PANCEN OK.
I LOVE KEBUMEN
SMOGA SESUAI KRO SELOGAN NE BERIMAN,BERSIH,INDAH,MANFAAT,AMAN,NYAMAN
Juli 20, 2008 at 4:21 am
met siang, koq yg obyek wisata pemandian air panas kebumen gak di bahas sih?? pdhl aku mau banget kesana ? kalo mau ke pemandian itu, lebih dekat dari kebumen/gombong ? tks
Jawaban Madureso: Mungkin krakal kali ya mba, maaf belum dapat infonya…dalam waktu dekat Insya Alloh di bahas…
Agustus 8, 2008 at 9:09 am
Menganti, Jatijajar, Ayah, n Jetis….
Aku jadi ingat…
Pengen pulang…
Tapi, tunggu sampe lebaran.
2 Bulan lagi deh..
Pripun to..
Yo wis lah,,,sabar ae.
Agustus 11, 2008 at 4:57 am
kebetulan daerah saya berada tepat di pesisir pantai sumatera utara, pada waktu iseng-iseng ingin mengetahui lokasi objek-objek wisata, ternyata saya juga tertarik dengan postingan anda terlebih pada objek wisata pantai indah berornamen karang blong itu, unik juga sih bila di objek wisata pantai itu terdapat lokasi penangkaran sarang burung walet, tetapi bila saya berpendapat,kan burung walet tersebut mengeluarkan bunyi ribut yang membisingkan, apa betul para wisatawan yang berkunjung ke pantai indah petanahan diatas mampu memperoleh kenyamanan bila sarang burung walet yang berada tepat di ojek wisata pantai indah petanahan dipertahankan? semoga keberadaan dan informasi tentang pantai berornamen karang bolong yang anda informasikan melali situs anda ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun insya allah hingga wisatawan manca negara, amin…, kalau boleh minta tolong, harapan saya anda berkenan mengirimkan perkembangan jumlah pengunjung yang mampir ke pantai berornamen karang bolong tersebut, karena saya ingin mengetahui pengaruh antara keberadaan sarang burung walet dengan tingkat serta kenyamanan dan kepuasan para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata unik yang satu itu. viva karang bolong!
Jawaban team Madureso:Mas dedi yang baik. Untuk pertanyaan sekaligus permintaan mas dedi kelihatannya tidak bisa kami tunaikan. Karena kami bukan pengelola daerah wisata itu, jadi kami tidak punya data yang valid. Tapi nanti di usahakan informasi yang ada di web kami lebuh ter update. Terima kasih atas kunjungannya
September 21, 2008 at 3:30 am
Aku gak nyangka kalo kampung orang tua ku seindah itu. Ibu ku memang asli orang Gombong tapi kami tinggal di palembang jadi sama sekali belum pernah ketempat wisata itu. Mudah-mudahan tuhan memberikan kesempatan buat saya untuk berkunjung ke sana.
Asyikkkk tenannnnnnnnnn
Jawaban Madureso: Mudah mudahan niat mas setya untuk bisa berkunjung ke Gombong terlaksana amin…
Oktober 8, 2008 at 4:57 am
aqu seneng banget di pantai logending, romantiz banget
Oktober 8, 2008 at 5:02 am
i l0v3 u kebumen. aQ jd kangen n3 ma chayankQ y9 ad di di sana, di desa wotbuono, m9a bzk qt bz ktenu g3 y
tlong dunkz, info tentang pusat perbelanjaan di sna?
Jawaban Madureso: Pusat perbelanjaan yang kami kenal belum menyeluruh, mudah-mudahan dapat info nanti
Oktober 11, 2008 at 6:34 am
Angkutan dr gombong ke pantai2 sekitar dan sebaliknya paling lambat jam brp ya? dari gombong ke desa bulupayung berapa jauh kira-kira?thanks…
Jawaban Madureso: Kalau dari terminal gombong mau ke karang bolong, paling sekitar satu jam mas,ke pantai puring juga sama- logending juga. Jelasnya waktunya siang angkutan masih ada..
Oktober 21, 2008 at 4:43 am
maaf ya. Q 9a pernah bosan nech ngomongin tentang kebumen. oh ya. q mw tnya, ktanya di kebumen dah ada JB ya (jadi baru), semacam supermarket gitu..?
aq pnya saudara di desa wotbuwono, klirong. kalu mw ke sna,, mlewati jembatan baru (kali lu ku lo)
q jg pnya someone di desa itu, nmanya jamal, dy scul di smk ma’arif1 klz 2. kta’y sech scul nya berada di dpan JB itu loch, apa bnr????
November 8, 2008 at 5:58 pm
Mas Madureso, mat turu kie wis jam 2 nang Singapore. good nigth. kpn 2 nyambung maning///////////////////////////
November 20, 2008 at 5:57 am
Fotone Langan Lujung ndi???
eleng nang menu wisata mas,klik http://madureso.files.wordpress.com/2008/05/dsc00089.jpg
Inyong pas cilik sering dolan keburan meng ngonoh numpak pite mbah kakung. siki tesih resik ora banyune??
Jawaban Madureso
November 22, 2008 at 4:19 am
Iya kang bener, inyong sering keburan nang kono
matur nuwun ya poto ne
Desember 4, 2008 at 3:23 am
Mas Tarom. Boss ku mau ikut aku holy day ke kampung kita tapi aku takut dengan keselamatan dia. Selain dia tak bisa ngomong bhs Indonesia, Dia pula chinese. Hotel apa yang standart buat turis disekitar Gmbong? Dari Desa kita adakah seseorang yang bisa pentunjuk jalan ke tempat2 pariwisata?
Jawaban Madureso: Ada juga hotel grafika mba, tapi hotel itu saya tidak tahu standard tidak buat bos mba kariyah. Kalau masalah petunjuk ke daerah wisata seh banyak, ajakain tetangganya aja untuk plesiran ketempat yang dituju, mau dia pasti. Apalagi gratis
Januari 12, 2009 at 9:50 am
wah foto 2 bagus banget coba di adain acara jalan jalan ke sana pasti seru
Februari 8, 2009 at 11:47 am
salam kenal bpk
dapat gambar/film macan dari mana apa di kebumen
matur nuwun
Jawaban Madureso: Salam kenal balik. Macane kebumen wis pada ompong…heheh..dadi udu kang kebumen
Februari 16, 2009 at 9:24 am
Langan lujung tesih apik koh . . . . . . banyune anyes banget, akeh wong siblon pada adus . . .pokoke ramelah, aku kan wong Buayan, cedek lapangan Buayan. salam mawon nggih kagem tiyang Buayan
Jawaban Madureso: Iyah mba sri esih anyes tur lumayan. Kang lapangane meng endi?siki agi nang endi mba?ya nanti disampaikan salamnya.
Februari 24, 2009 at 12:11 pm
langen ujung tesih rame ora??
ndisit pas tesih umbelen tukang numpak kolt mung arep keburan nang langen ujung.aben minggu latian renang plus ngombe banyune, tapi aku tukang parno mbok mbok ana ulane.
salam kenal remaja madureso
Jawaban Madureso: Mba’e gombonge endi sih? Esih rame mbok langanujung, ora tau nganah siki. Salam diterima..salam juga buat masnya..
Februari 24, 2009 at 12:14 pm
foto2ne bagus……gelem ora nek kon dadi fotografer prewedding
hiikss..hikss..
Maret 19, 2009 at 5:58 am
cap cuz gila …………………………………….
Juni 25, 2009 at 4:31 am
GomBonG KotA KeLahIrANkU Is tHe bESt
Agustus 23, 2009 at 12:23 pm
ya nenuku mbarang…..
September 2, 2009 at 5:58 am
Gombong mempunyai potensi alam yang sangat menjanjikan. Banyak tempat yang sangat eksotik disana. Indah sekali.Ditambah dengan ke-aneka ragaman budaya masyarakat sekitar. Apabila dikelola dengan serius tntu akan mendatangkan devisa yang sangat besar bagi masayarakat Gombong dan sekitarnya.Selain itu, hal ini akan membuka banyak kesempatan kerja bagi semua…Namun, sarana dan prasarananya ternasuk infrastrukturnya masih perlu banyak peningkatan…
So….mari kita bangun kota Gombong bersama2..
Bravo kota Gombong!!!!!
Jawaban Madureso: Semoga di dengar oleh mereka di kabupaten….hingga gombong menjadi yang diharapkan kita termasuk mas yogi…terimakasih mas supportnya.
Januari 2, 2010 at 7:47 am
keprie kbre mas aku wong bayeman tapi aku sue nang bandung keprie gombong makin maju mbook tahun baruane rame banget ra nang benteng . kudune benteng di bangun maning men bagus aku badan kan benteng tapi ra ana perubahan salam semuanya terutama SMP PGRI KUWARASAN smoga makin maju terus WIS BAE dari anak BAYEMAN CTY
Madureso: Admin juga alumni SMP PGRI kang…pada-pada kang pegri ya…tapi bisa internetankan…tahun baru ramai merayap
September 22, 2009 at 7:50 am
slam knal ya dari agus tuk smua kwan2!!
Oktober 29, 2009 at 12:07 pm
gaya kenalllllllllllg ga………….
Oktober 18, 2009 at 9:31 am
Salam Kenal Kanggo Wong Gombong kabeh
Ayo bikin Perkumpulan Wong Gombong, supaya semua wong Gombong bisa saling kenal, saling bantu dan saling bisa berbuat untuk kota Gombong.
Salam Sejahtera
Jawaban Madureso: Setuju banget….ayo..!!
Oktober 29, 2009 at 12:06 pm
pantai bopong mau dijadiin tempat wisata lhooooooooooooooooooo
November 7, 2009 at 9:53 am
Saya kemarin pulang kampung pada saat lebaran idul fitri. Aku saat ini merantau di kalimantan sejak 1993. Kota kelahiran puring, kebumen. Waw hebat kemajuan kota kebumen apalagi tempat rekreasinya seperti pantai petanahan, pantai karang bolong begitu indah dan ramainya. Aku bangga punya kota dengan tempat rekreasi yang begitu indah. Tapi sayang ada yang masih ketinggalan kurang di perhatikan oleh pemda setempat, yaitu pantai bopong, puring.
Madureso: Mudah-mudahan bupati kebumen bisa membaca ini semua. Pantai bopong dijadikan wisata favorit…maju terus.
Januari 2, 2010 at 7:53 am
MAS anu kie wong madureso kuwarasan udu? mas karang bolonge di sogi vasilitas sing apik men pengunjunge rame
Madureso: Bener banget mas, madureso kuwarasan. Tugase bupati kue sing memvasilitasi daerah wisata men menarik pengunjung…ya engko tek omongane pak Nasirudin…
Januari 21, 2010 at 1:41 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Waduk Sempor tidak dimasukan obyek wisata ?
Wassalam.
MAdureso: Urung sempat mas..ngesuk lek bali jiote sempor
Januari 24, 2010 at 1:47 am
Tek waca kaben comentare ko langka wong puringe yah,,pada mengendi..kpw kabare kota puring tercinta..wes kangen bgt kie,,,kususe kanggo wong luangkandang waluh.puring juga nduwe tempat wisata senadjan urung patia apik tapi y lumayan nek wayaeh badanan rame bgt.pantai Bopong arane.y nek ana informasi perkembangan wisata daerah puring kabar2 i bae. email ku (ary_joeker@yahoo.com)asli wong luangkandang
Oktober 6, 2011 at 5:49 am
Lam kenal….Q dr Gemawang,Waluh
Januari 24, 2010 at 7:38 am
Wah kepriwe pada kabare sehat2 ki aku wong Rowokele, wonoharjo, pengin gabung nang kene kira kira anget ra
Madureso: Salam kenal, lek kepengin anget edek geni kang…hehehe
Februari 8, 2010 at 1:58 pm
liburan plg enk tu di jatijajar sambil liat goa atau di gombong sambil liat benteng….
tapi apapun liburannya…
enaknya makn di warung ASLI Kutowinangun….
SAlam Farid Qutho Nax Punya..
Maret 12, 2010 at 6:48 pm
Wah jare wong Suroboyo lek kampunge koyo sampeyan iki yo top markotop rek, aq boleh minta foto desa Pasir/Pantai/Goa Pasir-Ayah-Gombong skalian alternatif jalan menuju kesana yg katanya jg OK, makasih
Maret 12, 2010 at 6:53 pm
Ojo lali dibalas Rek ?!………..
Makasih
( Salam Kenal karo Wong Suroboyo)
April 15, 2010 at 12:14 pm
q pengen meng menganti bali kampung,indah,asry,,, damai,,perlu di lestarikan
Juli 11, 2010 at 9:58 pm
wah kliatanya menarik klo wisata kesana, coz di liat dari fotonya aja udah bagus
Juli 15, 2010 at 7:48 am
Pokoke gombong ok, aku asli gombong,kauman
ayo bikin grup gombong
Agustus 7, 2011 at 6:04 am
q minta petunjuk jalan ke pantai meganti, tolong kirim ke e-mail . trim
September 6, 2011 at 9:18 am
Tempat2 wisata di kota Kebumen memang top top ….
i like it’s… n verry verry like its….
September 6, 2011 at 9:20 am
Kebumen mantapssss…
September 9, 2011 at 6:26 am
salam kenal bro…….
Madureso: Salam kenal kembali
September 26, 2011 at 6:48 am
meskipun ayah Q yg lahir disini,,,setelah liat pemandangan menakjubkan ini,,,,jadi harus ketempat ini,,,padahal pulang kampung dah berapa kali,,,tp ga sempet main ke tempat yg indah ini,,,,
mohon petunjuk angkotnya dunk klo dari stasiun gombong naik apa aza ya ke tempat – tempat ini…thanks
Madureso: Naik motor aja mba, biar cepet..hhehe
Oktober 6, 2011 at 5:47 am
Klo inget foto2nya jd inget sesuatu….Alhamdulillah ya….
Met kenal semua….
q erna….Purwogondo City,tangga desane Madureso lah.
Madureso: Semoga bermanfaat, salam kenal kembali..lagi dimana ini?
November 20, 2011 at 12:01 pm
memang indah kebumen,kususnya kcmtn ayah..nek q wong demangsari.
November 25, 2011 at 1:33 am
hm bgitu indah..syg blm ada invstor klo q rumahnya di tengah2 jati jajar pantai ayah
Madureso: Yuk kita kenalkan kedunia luas…karena dengan media internet, lebih cepat dikenal….
Januari 25, 2012 at 10:19 pm
Subhanallah….indahnya desa kelahiranku apalagi lihat 4to jalan penghubung antara madureso ke pasar lir mengingatkanku akan masa2 kecilku….
Februari 28, 2012 at 7:10 am
Assalamualaikum…salam kenal kang… aku putra Ori, aku punya kenangan yang manis dengan Madureso. Aku alumni MTs Assy Syafiiyah, dulu setiap berangkat sekolah memakai sepeda melewati Gandusari dan Mangli…kesejukan udara pagi mengobarkan semangat untuk sekolah, canda tawa menghiasi hari-hari, berpuluh-puluh sepeda beriringan menyongsong kehidupan yang lebih baik…pemandangan yang indah sawah yang menghijau sampai menguning selalu mengiringi.. subhanallah mungkin gak yah terulang lagi…??? Waktu aku di Mts kepala sekolah masih Bpk Rusdi (guru Bhs Arab). Teman seangkatanku Tugiman, Hidayat ….Komarudin teruss…sapa maning ya??? akeh lah… dadi kepengin bali… Matur nuwun kang…semoga keberkahan selalu melimpahi kita semua… Amin…Wassalamualaikum
Mei 1, 2012 at 1:13 pm
Wa’alaikumsalam.
Salam kenal kembali. Dan tetap semangat…!
Maret 31, 2012 at 2:30 am
iya allh trnya dikbumen ada pmndngn yg bgus pariwisata.,.,.,.wkwk ms q lhr di kebumen cm tau critanya doang,.,.,.lbrn ksthu aeaeaeaea dmn tmptnya sich.,.,.,. slm knl aja
November 12, 2012 at 6:31 am
Desaku tercinta walau jauh dari mata namamu terikir di dada,,,,
Moga madureso tambah maju dan sentosa,,,,